mereka

November 15, 2014

Semakin kesini semakin paham apa itu keluarga, semakin menghargai keberadaan mereka, dan semakin susah kalau dalam sehari tidak bisa bertegur sapa.

Aku, dulu, sama sekali tidak mengenal mereka. Cerita lama antara papa dan mama memaksaku tinggal bersama eyang dari kelas 5 SD sampai 3 SMA, terpisah dari mereka. Jarak tidak begitu berarti memang, cukup ditempuh 15 menit. Tapi intensitas ketemuan benar-benar tidak memungkinkan untuk bisa akrab.

Dulu, setiap aku pulang, ada saja sesuatu yang terjadi pada orang tuaku. Selalu ada kisah yang membuatku enggan kembali. Dulu, mereka tidak bisa secara luwes bercerita apapun. Sekat pemisah area kakak dan adik kala itu terlalu tinggi. Aku tidak tau keseharian mereka gimana, pembicaraan mereka tentang apa, bahkan, makanan kesukaan mereka tidak pernah terbayang. Kesadaranku akan ketidak dekatanku dengan mereka muncul ketika aku hendak membelikan baju sebagai cinderamata, aku tidak tau ukurannya. Menerka saja tak bisa. Hafff. Kakak macam apa ini.

Sekarang, keadaan berbalik perlahan. Aku mulai sering pulang. Mereka sudah bisa bercerita panjang lebar. Bahkan tiap-tiap kami selalu ada rahasia kecil-kecilan yang, aku menganggapnya, dapat dijadikan bukti bahwa kami sudah cukup dekat untuk dapat berbagi. Kami mulai bersikap selayaknya kakak dan adik. Saling membutuhkan, saling merindukan, saling mencaci, dan saling memusuhi. Ada kalanya kami bertengkar hebat karena hal acak. Tapi itu hanya bertahan sehari, tidak, semalam.

Satu komitmen yang tercipta tak sengaja tanpa materai diantara kami:

Kalo besar nanti, jangan sampai kita seperti keluarga papa sama mama yang suka nggosipin sodaranya sendiri. Kalo besar nanti, kalo ada yang ngga sreg, langsung bilang aja. Jangan sampai nggerundel di belakang. Kalo besar nanti, kita harus saling bantu dan sering-sering pergi bareng kayak papa, om diyud, bude

Dan itu berlanjut dengan peran impian masing-masing kami,

Aku mau jadi kayak bude ah ke anak-anakmu. Biarin koplak pokok bisa deket

Aku mau jadi yang sok tau dan asal njeplak ah biar keren

Semoga semua ini tidak hanya angan kami. Semoga kebersamaan ini tiada akhir. Semoga.


You Might Also Like

0 commments


Popular Posts